Senin, 11 Oktober 2010

Mon, 12 Nov 2007 04:00:35 -0800

BISMILLAHI ARRAHMAN, ARRAHIM

Ahir-ahir ini kita mendengar dan melihat melalui media informasi tentang geng
motor yang sedang merajalela dan meresahkan di Kota Bandung (ibu kota propinsi
jawa barat)
Bandung yang kita kenal dengan julukan kota kembang sebenarnya sudah sejak lama
sebagian kecil anak mudanya menggandrungi geng motor. Kenapa harus geng motor ?
Kenapa harus ada geng? Itulah pertanyaan kita kepada mereka?
Pertikaian antar geng motor ahir-ahir ini telah menimbulkan korban dari luar.
Bahkan sampai menewaskan salah seorang pegawai bea cukai. Tapi itu hanya yang
terekspose saja. Masih banyak lagi korban dan akibat lain yang tidak terekspose
seperti pemerkosaan, over dosis pemakaian narkoba, pemalakan, intimidasi,
pencurian hinga perampokan. Memang nilai kriminalitasnya masih masuk golongan
kelas teri karna pelakunya kebanyakan remaja. Tetapi bukan akibat jangka
pendeknya yang berbahaya melainkan akibat jangka panjangnya yang lebih
berbahaya.
Jika kita bertanya kepada adik-adik kita yang masih sekolah terutama tingkat
SMU, apa pendapat kalian tentang geng motor? Maka sebahagian mereka akan
menjawab geng motor adalah jantan, keren, gaul, modis, maskulin, macho.

Bukankah itu adalah jawaban yang memalukan dan menakutkan. Disini kita melihat
ada perubahaan pemahaman pada generasi muda sekarang tentang cara bergaul yang
baik. Padahal mereka yang terlibat geng motor adalah kebanyakan anak-anak dari
golongan keluarga mampu. Dan tidak sedikit ada yang anak pejabat.
Itulah kenapa penertiban geng motor oleh aparat di kota bandung berjalan
lambat.
Pertanyaannya adalah sampai kapan kita akan membiarkan adik-adik kita
terjeremus oleh gaya hidup premanisme yang diakibatkan oleh film yang mereka
tonton di televisi dengan cara pemahaman yang membabibuta.
Apa yang akan terjadi 50 tahun kedepan dengan kota bandung dan kota-kota
lainnya apabila hal ini terus terjadi?
Jawabannya ada ditangan kita sebagai generasi senior mereka yang mendidik dan
menuntun mereka.

Jika hal ini terus terjadi maka 50 tahun ke depan negeri ini akan dipenuhi
mafia dan kerajaan anarkisme akan membawa negeri ini kepada perbudakan.
Belum lagi bila sewaktu mudanya mereka sudah bringasan karna ikut-ikutan geng
motor maka apa yang terjadi apabila setelah besarnya mereka menjadi pejabat,
polisi, tentara, hakim, dan dokter. Negeri bisa dipastikan runtuh karna
generasi penerusnya adalah mantan-mantan geng motor yang hanya berubah menjadi
bos-bos mafia.

Semoga ALLAHU SWT senantiasa melindung negeri ini...
di ambil dari
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

*